Total Tayangan Halaman

Rabu, 12 Juni 2013

PENGERTIAN ETOS KERJA

Etos berasal dari bahasa Yunani; akar katanya adalah ethikos, yang berarti moral atau menunjukkan karakter moral. Dalam bahasa Yunani kuno dan modern, etos punya arti sebagai keberadaan diri, jiwa, dan pikiran yang membentuk seseorang.
etos didefinisikan sebagai kecenderungan atau karakter; sikap, kebiasaan, keyakinan yang berbeda dari individu atau kelompok. Etika tentu bukan hanya dimiliki bangsa tertentu. Masyarakat dan bangsa apapun mempunyai etika; ini merupakan nilai-nilai universal. Nilai-nilai etika yang dikaitkan dengan etos kerja seperti rajin, bekerja, keras, berdisplin tinggi, menahan diri, ulet, tekun dan nilai-nilai etika lainnya bisa juga ditemukan pada masyarakat dan bangsa lain.

SUMBER DAYA INSANI

Pqengertian dan tujuan sumber daya insani.
Penciptaan manusia sebagai makhluk Allah SWT,dan juga termasuk sebagai sumber daya insani. Manusia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk(Al-Qur’an Sutar At-tiin:4)
Sumber daya insani ialah manusia sebagai sumber daya penggerak suatu proses produksi, harus mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang diilhami dari shifatul anbiyaa’ atau sifat-sifat para nabi. Sifat-sifat tersebut dapat disingkat dengan SIFAT pula, yaitu : shiddiq (benar), itqan (profesional), fathanah (cerdas), amanah (jujur/terpercaya) dan tabligh (transparan).
Empat prinsip yang menjadi dasar pengembangan sumber daya insani :
1. Perencanaan SDI
Meliputi perencanaan kualitas dan kuantitas SDI serta kegiatan perancangan pekerjaan bagi SDI (Job Design). Perencanaan kualitas ini meliputi tingkat pendidikan, skill, pengalaman, usia dan lain-lain untuk masing-masing jabatan dalam struktur organisasi tersebut.
2. Perolehan dan penempatan SDI
Bagian ini meliputi rekruitment, seleksi dan penempatan. Rekruitment pada dasarnya merupakan aktivitas untuk mencari dan memperoleh pekerjaan yang terdapat di dalam perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan kualitas yang ditentukkan dan sesuai dengan ciri intrapreneurship.
3. Pengembangan SDI
Bidang ini meliputi pengembangan karir (penugasan) dan pengembangan kemampuan kerja. Pengembangan karir berkaitan dengan penyusunan jalur karir yang merupakan urut-urutan posisi (jabatan) sesuai dengan struktur organisasi.
4. Perancangan sistem penilaian kinerja karyawan.
Perancangan sistem penilaian kinerja pada dasarnya merupakan perancangan suatu sistem formal dan terstruktur untuk mengukur dan mengevaluasi tidak hanya hasil kerja tetapi juga sikap, perilaku, pengetahuan dan keterampilan/keahlian kerja SDI.

ANEKA RAGAM BISNIS SYARIAH

Dari kajian-kajian yang telah dilakukan, ternyata Sistem Ekonomi Syariah mempunyai konsep yang lengkap dan seimbang dalam segala hal kehidupan, namun sebagian umat Islam, tidak menyadari hal itu karena masih berpikir dengan kerangka ekonomi kapitalis-sekuler, sebab telah berabad-abad dijajah oleh bangsa Barat, dan juga bahwa pandangan dari Barat selalu lebih hebat.
Lembaga Keuangan Syariah sebagai bagian dari Sistem Ekonomi Syariah, dalam menjalankan bisnis dan usahanya juga tidak terlepas dari saringan Syariah. Oleh karena itu, Lembaga Keuangan Syariah tidak akan mungkin membiayai usaha-usaha yang di dalamnya terkandung hal-hal yang diharamkan, proyek yang menimbulkan kemudharatan bagi masyarakat luas, berkaitan dengan perbuatan mesum/ asusila, perjudian, peredaran narkoba, senjata illegal, serta proyek-proyek yang dapat merugikan syiar Islam.
Lembaga Keuangan Syariah berada dalam koridor-koridor prinsip-prinsip:
1. Keadilan, yakni berbagi keuntungan atas dasar penjualan riil sesuai kontribusi dan resiko masing- masing pihak
2. Kemitraan, yang berarti posisi nasabah investor (penyimpan dana), dan pengguna dana, serta lembaga keuangan itu sendiri, sejajar sebagai mitra usaha yang saling bersinergi untuk memperoleh keuntungan;
3. Transparansi, lembaga keuangan Syariah akan memberikan laporan keuangan secara terbuka dan berkesinambungan agar nasabah investor dapat mengetahui kondisi dananya;
4. Universal, yang artinya tidak membedakan suku, agama, ras, dan golongan dalam masyarakat sesuai dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Selasa, 11 Juni 2013

7 CARA MEMULAI BISNIS

Berikut ini 7 cara praktis dakam memulai bisnis
TIPS 1 : JANGAN TAKUT GAGAL,jangan pernah takut untuk gagal,karena kegagalan awal dari kesuksesan , mental enterfreneur tidak gampang menyerah dalam satu keadaan.
TIPS 2 : Mulailah melakukan bisnis dari yang sederhana dsulu ,dimulai dari yang kita bisa lakukan, yang penting tetpakan waktu kapan bisa dilakukan atau dimulai rencana bisnis yang akan kita jalani. :)
TIPS 3 : Kumpulkan berbagai peluang bisnis (buku,seminar,workshop,internet dan lain-lain). bergaul dengan banyak orang , menvari relasi dengan cara berteman dengan siapa saja. harus penuh dengan ide dan inovasi-inovasi.
TIPS 4 : Buatlah list bisnis yang sudah terkumpul , analisa mana yamg mungkin dapat dijalani dan mana yang tidak mungkin dapat dijalani.
tips 5 : dari list bismis ingat satu bisnis yang aka dijalani, fokus ke satu bisnis dulu seblum menjalani bisnis yang lainya. jika bisnis satu sudah sukses kemudian beralih ke bisnis lainya.
TIPS 6 : obsevarsi atau cari tau potensi pasar , intinya siapa saja yang nantinya akan membeli prodik kita . tentukan segmentasi pasarnya menengah,atas,atau bawah.
TIPS 7 : jangan terbentur dengan modal , modal kecilpun bisa. atau tidak cari teman bisnis yang dapat membantu anada memulai bisnis.

MODEL PERILAKU PILIHAN KONSUMEN

The Andreasen Model (1965)
model perilKU PILIHn konsumen Andreasen Model memperlihatkan bagaimana pentingnya informasi dalam proses pengambilan keputusan konsumen. Model ini ,emgacu kepada bagaimana konsumen dapat memutuskan apakah mereka akan membeli atau tidak suatu produk. Bentuk sikap dari konsumen mengenai suatu produk akan mempengaruhi reaksi konsumen (suka atau tidak suka) terhadap produk tersebut pada waktu pembelian.
Terdapat lima faktor yang dapat mempengaruhi sikap mengenai produl :
-Kepribadian individu konsumen
Informasi dan perasaan dari pengalaman lampau menyebabkan kepuasaan dari keinginan.
-Informasi yang dihasilkan dari pengalaman lampau tidak menyebabkan kepuasaan dari keinginan.
-Prespsi sosial individu , seperti persepsi kepercayaan,norma,dan nilai.
-Sikap individu yang berkaitam dengan ketertarikan suatu individu.

Rabu, 20 Maret 2013

PRINSIP DASAR DAN ETIKA DALAM BISNIS SYARI’AH

Ada empat prinsip dalam ilmu ikonomi Islam yang mesti diterapkan dalam bisnis syari’ah, yaitu: Tauhid , Keseimbangan atau kesejajaran , Kehendak Bebas , dan Tanggung Jawab.
Tauhid mengantarkan manusia pada pengakuan akan keesaan Allah selaku Tuhan semesta alam. Dalam kandungannya meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini bersumber dan berakhir kepada-Nya. Dialah pemilik mutlak dan absolut atas semua yang diciptakannya.
Keseimbangan atau kesejajaran merupakan konsep yang menunjukkan adanya keadilan sosial. Kehendak bebas yakni manusia mempunyai suatu potensi dalam menentukan pilihan-pilihan yang beragam, karena kebebasan manusia tidak terbatas.
Tanggung Jawab terkait erat dengan tanggung jawab manusia atas segala aktifitas yang dilakukan kepada Tuhan dan juga tanggung jawab kepada manusia sebagai masyarakat. Karena manusia dalah mahluk sosial yang saling membutuhkan , karena manusia bergantung. maka dari itu setiap perbuatan manusia baik atau buruknya harus dipertanggung jawabkan.

USAHA SYARIAH

Pasar syariah adalah pasar yang bersifat emosional sedangkan pasar konvensional adalah pasar yang rasional. Sebagian orang tertarik ntuk berbisnis pada pasar syariah hanyalah karena alasan emosional keagamaan semata dan bukan karena ingin mendapatkan keuntungan finansial –yang menurut sebagian orang dikatakan sebagai sesuatu yang bersifat rasional. Sedangkan pada pasar konvensional, orang ingin mendapatkan keuntungan finansial sebesar-besarnya tanpa terlalu peduli apakah bisnis yang digelutinya mungkin menyimpang atau malah bertentangan dengan ajaran Islam .
Ada 4 karakteristik yang terdapat pada syariah marketing (M. Syakir Sula dan Hermawan Kertajaya: 2005):
Ketuhanan (rabbaniyah) ciri khas syariah marketing adalah sifatnya yang religius atau keagamaan. Jiwa seorang syariah meyakini bahwa hukum-hukum syariat yang bersifat ketuhanan merupakan hukum yang paling adil, sehingga akan mematuhinya dalam setiap aktivitas pemasaranya.
Etis (akhlaqiyyah)
Keistimewaan yang lain dari syariah marketer adalah mengedepankan masalah akhlak dalam seluruh aspek kegiatannya.
Realistis (al-waqi’yyah)
Syariah marketing bukanlah konsep yang eksklusif, fanatis, anti modernitas, dan kaku, melainkan konsep pemasaran yang fleksibel. Syariah marketer bukanlah berarti para pemasar itu harus berpenampilan ala bangsa Arab dan mengharamkan dasi. Namun syariah marketer haruslah tetap berpenampilan bersih, rapi dan bersahaja apapun model atau gaya berpakaian yang dikenakan.
Humanistis (insaniyyah)
Keistimewaan yang lain adalah sifatnya yang humanistis universal. Pengertian humanistis adalah bahwa syariah diciptakan untuk manusia agar derajatnya terangkat, sifat kemanusiaannya terjaga dan terpelihara, serta sifat-sifat kehewanannya dapat terkekang dengan panduan syariah.